Selasa, 12 Juni 2012

SNMPTN Tembus 660 Ribu Peserta

PDF Cetak E-mail
Ini kali keduanya UIN Maliki menjadi tuan rumah dalam ujian SNMPTN untuk wilayah se-Malang Raya, yang bekerja sama dengan Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang. Dan tentunya peserta yang ikut seleksi juga semakin membludak. Yang biasanya di pintu masuk atau keluar hanya di jaga 2 atau 3 satpam, sekarang hampir semua petugas keamanan dikerahkan demi terjaganya keamanan selama ujian berlangsung. berikut laporan GEMA tentang persiapan UIN Maliki dalam SNMPTN tahun 2012:

GEMA-Tepat pukul 09.00 WIB dua mobil truk dan satu mobil boks datang di UIN Maliki (8/6). Tiga unit mobil yang mengangkut soal SNMPTN dan LJU itu langsung dicek oleh Panitia Lokal (panlok). Jumlah LJU yang dikirimkan ke UIN Maliki sejumlah 57 ribu lembar, dengan rincian 1.200 untuk IPS dan IPA, dan 300 untuk IPC.
     Soal dan LJU yang sudah diamankan dalam ruangan tertutup di gedung Halaqah UIN Maliki itu rencananya akan dibuka isinya pada hari ini, (9/6), dan disaksikan oleh seluruh perwakilan panlok dari Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang. “Rencananya soal yang datang hari ini akan kita buka bersama panlok dari masing-masing universitas,” terang Helmi Syaifuddin, wakil ketua panlok, saat ditemui di lokasi penyimpanan dokumen soal dan LJU.
     Menurut dosen filsafat UIN Maliki itu, soal dan LJU yang sudah berada di UIN itu akan digunakan untuk pelaksanaan ujian SNMPTN wilayah Malang dengan jumlah peserta mencapai 28.200 orang.
28.200 peserta itu mencakup IPA, IPS dan IPC. Tahun ini, kata Helmi, total peserta SNMPTN mencapai 660 ribu. “UIN Maliki kali ini mendapat giliran sebagai ketua panitia lokal SNMPTN tahun 2012, selain itu UIN Maliki juga sebagai pelaksana ujian IPS,” terangnya.
     Jumlah peserta ujian IPS tahun ini mencapai 11.277 peserta, jumlah itu meningkat jika dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah peserta itu, panlok harus menyiapkan 565 ruangan yang tersebar di delapan lokasi antara lain, UIN Maliki, Uniga, STIA, Universitas Widyagama, ITN, dan UMM. “Tentunya hal ini juga membutuhkan tenaga pengawas ujian yang cukup banyak,” katanya.
     Sementara itu, ketua pelaksana ujian IPS, H. Suaib H. Muhammad menghimbau kepada seluruh panlok dan tim pengawas ujian untuk lebih serius dalam melaksanakan tugas dan amanatnya. Para tim pengawas ujian, lanjut Suaib, bisa melakukan kerjasama dan melakukan komunikasi aktif dengan panlok. Misalnya saja jika ada kebingungan dan tidak memahami lokasi dan prosedur ujian. “Kita dipercaya sebagai ketua pelaksana ujian, dan kita harus menunjukkan kesiapan kita dengan cara melaksanakan tugas negara ini dengan sebaik mungkin, sehingga, biarkan sejarah yang akan mencatat kesuksesan pelaksanaan ujian SNMPTN ini,” tegasnya kepada seluruh panlok yang hadir saat melakukan koordinasi akhir di ruang pertemuan Rektorat Lt.5.
     Hal yang sama juga disampaikan oleh Prof. Mudjia Rahardjo, Wakil Rektor Bidang Akademik yang sekaligus sebagai Ketua Pelaksana jalur penerimaan mahasiswa baru SNMPTN lokal Malang kelompok ujian IPS. Dalam pengarahannya, profesor bidang linguistik itu menegaskan tugas harus dijalankan sebaik-baiknya. Karena publik saat ini sudah menilai bahwa SNMPTN menjadi jalur seleksi yang paling valid. “Pelaksanaan SNMPTN tidak hanya bertujuan untuk mencari mahasiswa unggulan saja, akan tetapi, juga menjadi ajang tali silaturahim dan menjalin komunikasi antar perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia,” tegasnya.
     Oleh sebab itu, tambah dia, panlok harus menunjukkan kesiapannya. Bisa mulai dari memberikan pelayanan semaksimal mungkin, membantu bagi para peserta yang kesulitan dan berpenampilan rapi. “Kalau bisa semua panlok dan tim pengawas ujian berdasi untuk yang ibu-ibu bisa menyesuaikan yang penting sopan,” himbaunya.

Sabtu, 09 Juni 2012 13:04

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

waktunya berdiskusi